Potensi Kerugian Real Madrid Akibat Candaan ‘Diktator China’ Kylian Mbappe: Sponsor Hengkang, Penjualan Jersey Terancam!
infoBola.net – Real Madrid menghadapi potensi kerugian finansial setelah Kylian Mbappe terseret kontroversi di China. Candaan sang penyerang terkait meme yang menampilkan mantan pemimpin China, Mao Zedong, memicu reaksi dari sejumlah perusahaan.
Menurut laporan Mundo Deportivo, polemik tersebut dapat berdampak pada pendapatan komersial Los Blancos. Klub memiliki kepentingan finansial dalam sejumlah kesepakatan yang melibatkan hak citra diri Mbappe.
Mbappe diperkirakan meraup sekitar 30 juta euro per tahun dari berbagai kesepakatan iklan. Namun, Dongpeng Beverage, Mengniu, dan Milkground dilaporkan telah mengakhiri kerja sama dengannya setelah kontroversi tersebut.
Dampaknya berpotensi meluas ke penjualan jersey dan hubungan bisnis Real Madrid di China. Pasar tersebut memiliki peran penting dalam pemasukan komersial klub asal Spanyol itu.
Sponsor Hengkang, Pendapatan Real Madrid Terancam
Real Madrid umumnya memperoleh 50 persen pendapatan hak citra diri pemain, tetapi Mbappe dilaporkan memiliki kesepakatan yang lebih menguntungkan. Meski begitu, klub tetap mendapat manfaat finansial dari sejumlah kerja sama komersial sang pemain.
Berakhirnya kerja sama dengan tiga perusahaan China berpotensi mengurangi pendapatan yang berkaitan dengan Mbappe. Namun, nilai kerugian yang mungkin dialami Real Madrid belum diketahui karena nilai kontrak tersebut tidak dipublikasikan.
Laporan Mundo Deportivo juga menyebut sekitar 15 persen penjualan jersey Real Madrid di seluruh dunia berasal dari China. Jersey bernomor punggung 10 milik Mbappe disebut menjadi salah satu produk terlaris klub.
Jika sentimen negatif terhadap Mbappe berlanjut, permintaan terhadap jersey dan cendera mata Real Madrid berpotensi menurun. Kondisi ini dapat menambah tekanan terhadap pendapatan komersial klub.
Penangguhan Siaran La Liga Menambah Kekhawatiran
Kontroversi tersebut juga berdampak pada penayangan kompetisi Spanyol di China. Stasiun televisi CCTV dilaporkan menangguhkan siaran La Liga meskipun Mbappe telah menyampaikan permintaan maaf.
Pihak penyiar menilai permintaan maaf itu belum cukup untuk mengubah sikap mereka. Situasi tersebut menambah kekhawatiran mengenai hubungan komersial sepak bola Spanyol dengan pasar China.
Presiden La Liga, Javier Tebas, dilaporkan tengah melakukan pembicaraan untuk mencari solusi. Real Madrid dan pihak liga berkepentingan memulihkan hubungan dengan pasar tersebut serta membatasi dampak kontroversi.
Besarnya kerugian finansial Real Madrid masih belum dapat dipastikan. Dampaknya akan bergantung pada perkembangan polemik, keberlanjutan kerja sama komersial, dan respons konsumen di China.
Sumber : Bola.net
Baca Juga :
