Nick Woltemade si Pemain Unik: Rajin Cetak Gol, Lalu Paceklik, dan Sekarang Jadi Gelandang
infobola.net – Peran Nick Woltemade di Newcastle United menjadi bahan perdebatan sengit dalam beberapa pekan terakhir. Penempatannya sebagai gelandang tengah memicu reaksi keras, terutama di media sosial.
Di tengah musim yang digambarkan sebagai aneh di St James’ Park, muncul pandangan bahwa dua hal bisa sama-sama benar. Woltemade bukanlah gelandang tengah alami, tetapi peran itu bisa menjadi yang paling masuk akal untuk kebutuhan tim saat ini.
Dari dalam klub, Woltemade justru dilabeli sebagai pemain tim sejati. Pendekatan tersebut dianggap sebagai kompromi terbaik di tengah keterbatasan waktu latihan dan kebutuhan taktis jangka pendek.
Peran Sementara Woltemade dan Konteks Tim
Woltemade disebut memahami alasan di balik penempatannya sebagai nomor delapan. Ia dinilai tidak sedang “dirugikan” oleh perubahan peran tersebut dan tidak menunjukkan penolakan.
Pendekatan ini bertujuan membentuk versi baru Newcastle yang lebih agresif dalam menekan lawan. Di saat bersamaan, peran itu mencoba memaksimalkan atribut Woltemade tanpa proses adaptasi panjang di lapangan latihan.
Namun, argumen tersebut diuji setelah penampilan yang diakui sebagai yang terlemah dalam peran barunya. Eddie Howe menyebut laga itu sebagai momen ketika Woltemade paling sedikit memberi pengaruh dari lini tengah, meski tim menang 3-2 atas Qarabag.
Penampilan, Kritik, dan Nilai yang Tetap Ada
Dalam laga tersebut, Woltemade tetap memiliki momen. Salah satunya adalah aksi uniknya di babak pertama saat melakukan putaran badan dan umpan matang kepada Jacob Murphy, yang nyaris berbuah gol.
Meski demikian, secara keseluruhan pertandingan terasa berjalan melewatinya. Hal inilah yang memicu kritik keras seusai laga.
Kekhawatiran utama dari penempatan Woltemade lebih dalam adalah risiko melupakan kualitas alaminya sebagai penyelesai akhir yang instingtif. Ia direkrut untuk memimpin lini depan setelah Newcastle kehilangan figur sentral Alexander Isak.
Situasi Woltemade di Newcastle
Dalam konteks itu, perbandingan dengan Benjamin Sesko ikut mencuat. Meski performa Sesko belakangan menjadi sorotan, ia masih mencetak tiga gol lebih sedikit dibanding Woltemade.
Eddie Howe juga mendapat pembelaan atas keputusannya. Setelah kekalahan dari Brentford, Newcastle dinilai berada di ambang krisis, namun Howe mengubah pendekatan dan menemukan solusi.
Untuk sementara, serangan Newcastle dibangun di sekitar energi Anthony Gordon atau ketidakpastian Will Osula yang masih mentah. Pendekatan tersebut disebut mulai membuahkan hasil.
Momentum dan Fokus Jangka Pendek
Newcastle memenangi empat dari lima laga terakhir mereka, dengan satu-satunya kekalahan datang dari Manchester City. Hasil itu memberi dorongan menjelang rangkaian laga Premier League yang krusial.
Setelah menghadapi Everton dan Manchester United di kandang, serta bertandang ke markas Chelsea, Newcastle hanya menyisakan dua lawan dari paruh atas klasemen. Salah satunya adalah Fulham yang berada di posisi ke-10.
Dalam konteks itulah, muncul pandangan bahwa kesimpulan besar soal Woltemade sebaiknya ditunda. Prioritas Newcastle saat ini adalah menjaga momentum dan memastikan tiket Liga Champions, baik dari sisi kompetitif maupun pendapatan.
Sumber berita ; Bola.net
Baca Juga
